Rabu, 20 Oktober 2010

mikrobiologi: materi 1

Mikrobiologi dapt diartikan sebagai Salah satu cabang biologi yang menelaah mengenai organisme hidup berukuran mikroskopis yang meliputi: virus, bakteri , archaea, protozoa, algae, fungi.
mikrobiologi dapat dibeda-bedakan menjadi beberapa sub disiplin berdasarkan berbagai macam orientasi: Orientasi Taksonomi, Orientasi Habitat, dan Orientasi Problema.
Mikroba atau Mikroorganisme adalah Jasad hidup yang ukurannya kecil .
Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi: dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia).
Awal mula terungkap adanya mikroba yaitu dengan ditemukannya mikroskop yang sangat sederhana dengan satu lensa jarak fokus yang sangat pendek perbesarannya antara 50-300 kali oleh Leeuwenhoek (1633-1723).
Seperti percobaan yang dilakukan oleh Francesco redi (1626-1697) bahwa ulat di dalam daging busuk tidak akan berkembang biak apabila disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. Jadi kesimpulan:
• bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari daging
• belatung pada daging busuk berasal dari telur lalat bukan berasal dari daging itu sendiri
berbagai percobaan telah dilakukanoleh beberapa ilmuan sehingga di temukan cara mematikan mikroba oleh Louis Pasteur yaitu Pasteurisasi dan Sterilisasi.
Adapun Penggunaan mikroba untuk proses klasik, yaitu:
a. khamir untuk membuat anggur dan roti
b. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir
c. bakteri asam asetat untuk vinegar
d. jamur Aspergillus sp. untuk kecap
e. jamur Rhizopus sp. untuk tempe
sedangkan Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik adalah:
a. Penisilin oleh jamur Penicillium sp.
b. Streptomisin oleh Actinomysetes streptomyces sp.
Sel adalah unit fisik terkecil dari organisme hidup. Komposisi material sel: DNA dan RNA , protein, lemak, fosfolipid.
Ada dua tipe sel yaitu sel prokariotik(tidak mempunyai membran inti) dan sel eukariotik (mempunyai membran inti).

Rabu, 06 Oktober 2010

materi 3 saraf

Saraf adalah serat-serat yang menghubungkan organ-organ tubuh dengan sistem saraf pusat (yakni otak dan sumsum tulang belakang) dan antar bagian sistem saraf dengan lainnya. Saraf membawa impuls dari dan ke otak atau pusat saraf. Neuron kadang disebut sebagai sel-sel saraf, meski istilah ini sebenarnya kurang tepat karena banyak sekali neuron yang tidak membentuk saraf. Saraf adalah bagian dari sistem saraf periferal. Saraf aferen membawa sinyal sensorik ke sistem saraf pusat, sedangkan saraf eferen membawa sinyal dari sistem saraf pusat ke otot-otot dan kelenjar-kelanjar. Sinyal tersebut seringkali disebut impuls saraf, atau disebut potensial akson.
Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas sel neuron yang mengkoordinasikan aktivitas otot, memonitor organ, membentuk atau menghentikan masukan dari indra, dan mengaktifkan aksi. Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel neuroglia, neuron memainkan peranan penting dalam koordinasi.
Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson. Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.
Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.


Cara Kerja Sitem Saraf
Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
a. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
b. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
c. Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
d. Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
e. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain

materi 2 sel

Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria. Pada sitoplasma sel terdapat komponen-komponen lainnya misalnya RE, ribosom, mitokondria, badan golgi vakoula dan sebagainya.
Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah nukleus.
Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.

materi 1 konsep fundamental & fisiologi hewan

Hewan agar tetap hidup harus makan (minum), bernapas, bergerak, berkembangbiak. Semua itu perlu diatur & dikendalikan agar lingkungan hewan nyaman, konsep tersebut d kaji dalam fisiologi hewan.
Adapun factor-faktor lingkungan internal yang harus d jaga stabilitasnya oleh hewan:
1. keasaman pH
2. kadar garam
3. kandungan air tubuh
4. suhu tubuh
5. kandungan nutrient
Hewan d bagi menjadi 2, yaitu hewan regulator & hewan conformer. Hewan regulator adalah hewan yang mampu mengatur berbagai factor stabilitas lingkungan internal dengan tepat, sedangkan hewan conformer merupakan sebaliknya.
Adaptasi adalah proses timbulnya perubahan dalam tubuh hewan yang membuat hewan dapat bertahan ketika lingkungan eksternal berubah. Adaptasi d bagi 2 yaitu aklimasi dan aklimatisasi.
Hidup hewan merupakan system dinamis yang melibatkan interaksi hewan dengan lingkungan. Lingkungan eksternal d bedakan menjadi dua, yaitu:
1. Lingkungan akuatik yaitu tempat hidup hewan berupa air.
2. Lingkungan terestrial yaitu tempat hidup hewan berupa darat.
Faktor-faktor yang mrmpengaruhi lingkungan akuatik;
1. tekanan hidrostatik
adalah tekanan yang ditimbulkan oleh kedalaman air.peningkatan kedalaman air akan berkaitan dengan peningkatan air.
2. kandungan zat terlarut
lingkungan akuatik mengandung berbagai zat terlarut seperti garam, gas, sejumlah kecil senyawa organic & berbagai polutan.
3. Suhu
Merupakan factor lingkungan akuatik yang memiliki nilai fisiologis penting untuk mendukung kehidupan hewan.
Hewan poikiloterm adalah hewan yang suhu tubuhnya berubah-ubah akibat perubahan suhu lingkungan.
Lingkungan terrestrial adalah factor lingkungan luar yang berpengaruh besar tewrhadap aktivitas kehidupan hewan. Adapun keuntungannya adalah ketersediaan O2 yang melimpah,sedangkan ancamanya adalah dehidrasi dan radiasi.